Tuesday, August 25, 2015

Awet Muda dan Otot Kuat Dengan Konsumsi Daging Sapi


Mengkonsumsi daging sapi biasanya dikira juga sebagai sumber penyakit​​ kritis seperti cholesterol & jantung. Walau sebenarnya protein & mineral dalam daging sapi malah utama merawat massa otot & kuit terus kencang. Karenanya janganlah takut makan daging sapi! ​

​Hal ini disibak dalam acara 'Lucky Dip Aussie Beef'. ​Meat & Livestock Australia (MLA) ​ ​bekerjasama bersama Holycow! Steakhouse by Chef Afit ​dalam​ program Aussie Beef Festival. ​Program berhadiah ini ​​ditarik ​undian ​pemenangnya​ pd Rabu (20/05). Dalam peluang ini di​ungkapkan​ pun faedah daging merah untuk orang dewasa supaya nampak awet muda & terus aktif.

Lucky Dip Aussie Beef Festival berjalan di Holycow! Steakhouse by Chef Afit Cilandak Town Square. Ikut muncul chef Afit Dwi Putranto, Isye Iriani dari MLA, & Emilia Achmadi yang mengambil tiga juara undian paket berlibur ke Singapura. Pamadi Dyan (Bekasi), Emyr (Tangerang) & Harningsih (Jakarta) dipilih jadi juara. Selain itu ada pun 10 juara voucher hotel Novotel.
Mulai sejak Maret hingga Mei 2015, MLA & Holycow! Steakhouse by Chef Afit memanglah mengadakan promo untuk pengunjung yang beli menu steak daging sapi Australia. Mereka dapat isi undian Aussie Beef Festival untuk memperoleh peluang jalan-jalan ke Singapura untuk 3 gunakan juara.

Selain penarikan undian juara, MLA pun mengadakan
​bincang nutrisi bersama tema : ​ “Want to stay young and active? Eat Beef! ” bersama-sama pakar gizi Emilia Achmadi. Emilia me​ngungkapkan​ pentingnya ​konsumsi ​daging ​sapi ​untuk orang dewasa.

Menambahnya umur menjadikan orang kerap hindari mengkonsumsi daging sapi lantaran cemas bakal penyakit. Walau sebenarnya misalnya mau aktif & terus nampak muda, salah satu rahasianya merupakan menyantap daging sapi. Mengkonsumsi daging cukup rendah lemak dapat merawat massa otot, berat badan ideal & menghindar penyakit kritis.

Salah satu penyakit yang mengalami kejadian bersamaan menambahnya umur merupakan Sarcopenia yakni pelemahan atau pengecilan massa otot. Butuh hati-hati kalau telah masuk umur 30 thn. Massa otot bakal menyusut & ditukar lemak. Setiap 10 thn mengalami kejadian pengurangan massa otot sebesar 3-5%.

Menurut Emilia, supaya sarcopenia tak mengalami kejadian terlampau cepat terus mesti melakukan olahraga. Namun berolahraga sekeras apa pun misalnya building block tak ada terus gak sukses. Sehingga butuh mengkonsumsi protein, baik dari hewan ataupun tumbuhan.

“Dua-duanya (hewan & tumbuhan) sama, ada keunggulan & kekurangan. Jadi mesti di gabung. Sehat tak mesti jadi vegetarian, ” ucap Emilia dalam konferensi pers.

Rata-rata daya yang dibutuhkan orang dewasa sehat merupakan 2. 000 kcal/hari. Kira-kira 20 prosentasenya di isi bersama protein. Jadi daging merah bisa dikonsumsi kurang lebih 400 gr per minggu.

Kuncinya merupakan penentuan potongan daging paling baik yang cukup rendah lemak (lean cut), jadi Emilia. Kenaikan cholesterol, umpamanya, bukan hanya lantaran daging merah akan tetapi langkah pemrosesannya. Berapakah banyak garam & lemak yang diperlukan waktu memasak.

Selain itu mengkonsumsi daging pun butuh seimbang bersama jumlah pas. Orang mesti dapat mengontrol konsumsinya & terus banyak bergerak.

“Daging merah is a part of healthy leaving. Kuncinya how much sama which one, ” tegas Emilia.

Tak cuma sehat, Emilia menyebutkan mengkonsumsi daging pun menjadikan kulit terus kencang. Karena salah satu langkah produksi kolagen lancar merupakan makan daging.

No comments:

Post a Comment